Sabtu, 17 Agustus 2013

Jumlah Muslim di Meksiko Terus Bertambah




Mexico’s Growing MuslimsDDHK News, Meksiko — Penduduk kota Tijuana  di Meksiko kian banyak yang menjadi Muslim. Mereka menemukan nilai-nilai Islam dekat dengan tradisi Katolik di negara itu.
“Penekanan Katolik tentang keluarga dan nilai-nilai keluarga menjadikannya banyak kesamaan dengan nilai Islam,” kata Dr. Khaleel Mohammed, seorang profesor studi Islam dan agama di San Diego State University.
“Banyak umat Katolik melihat nilai-nilai Katolik Roma yang terkikis di Amerika Serikat pada khususnya. Banyak dari mereka melihat lebih banyak Muslim berusaha untuk tetap berpegang pada nilai-nilai Islam tradisional daripada mengesampingkannya,” tambah Mohammed.
Di Kota Tijuana belum lama ini umat Islam mendirikan masjid baru, Masjid Al-Islam, sebagai tempat ibadah sekitar 200 Muslim di Baja California. Masjid ini merupakan salah satu dari dua pusat Islam baru yang telah dibuka dalam tiga tahun terakhir.
“Saya tidak pernah berpikir ‘Aku akan tinggal di Meksiko,’ jujur,” kata Muhanna Jamaleddin, imam (pemimpin spiritual) dan pendiri Masjid Al-Islam. “Jadi semua alasan ini datang dari Allah, dan kita bersyukur kepada Allah.”
Menurut laporan tahunan WhyIslam’s 2012, 19 persen dari sekitar 3.000 warga Meksiko yang masuk Islam tahun 2011 berkebangsaan Amerika Latin. Lebih dari setengahnya (55 persen) perempuan.
Survei Masjid Amerika 2011 yang mewawancarai pemimpin 524 masjid di seluruh Meksiko menemukan jumlah perempuan yang masuk Islam meningkat 8 persen sejak tahun 2000.
Meskipun Tijuana bukanlah pilihan pertama bagi banyak imigran, menemukan Islam adalah hadiah terbesar yang pernah mereka punya.
“Islam benar-benar mengubah hidup saya,” kata Amir Carr, warga asli California, seorang mualaf, Kamis (28/3). Sama seperti Carr, kehidupan Samuel Cortes, mualaf lainnya, berubah ketika ia datang untuk tinggal di kota pantai Tijuana. (mel/onislam.net/ddhongkong.org).*

0 komentar:

Posting Komentar