5 Elemen sudah dikenal sejak ribuan tahun yang lalu di Yunani, India,
China, Tibet, dan Jepang. Kelima elemen tersebut adalah Bumi, Air, Api,
Udara, dan Ether.
Yunani :
Pada awalnya, di Yunani hanya dikenal 4 elemen, yaitu Bumi, Air, Api,
dan Udara. Dalam filsafat, ilmu pengetahuan, dan pengobatan kuno di
Yunani, keempat elemen ini mewakili realitas yang ada di alam semesta.
Filsuf
Empedocles (492-432 SM) menyebutnya sebagai 4 ‘
akar‘ atau 4 ‘
dasar‘.
Hippocrates (460~377 SM), Bapak Kedokteran, juga menggunakan konsep keempat elemen ini untuk pengobatan, yaitu teori
bahwa penyakit timbul akibat ketidakseimbangan 4 cairan dalam tubuh (Humorism).
Plato (427-347 SM) dianggap filsuf Yunani pertama yang menggunakan kata ‘element’ atau ‘elemen’. Kata Yunani kuno untuk ‘element’ (
stoicheion) berarti ‘
huruf’ (atau alfabet), yaitu unit dasar untuk membentuk kata-kata.
Filsuf
Aristoteles (384-322 SM), murid dari Plato, guru dari Alexander yang Agung, menjelaskan tentang 4 elemen klasik ini dalam bukunya “
Physics” :
- Elemen Udara : arti pertama adalah basah, arti kedua adalah panas
- Elemen Api : arti pertama adalah panas, arti kedua adalah kering
- Elemen Air : arti pertama adalah dingin, arti kedua adalah basah
- Elemen Bumi : arti pertama adalah kering, arti kedua adalah dingin
Selanjutnya filsuf
Archimedes (287-212 SM) menambahkan elemen kelima, yaitu Ether. Kata ‘ether’ berasal dari kata ‘
aether‘ yang diartikan sebagai
esensi. Ether juga diartikan sebagai ‘
kekosongan‘, ‘
kehampaan‘ atau ‘
ide’.
India :
Di India, kelima elemen ini sudah dikenal sejak dari munculnya kebudayaan atau filsafat Hindu dan Buddha.
Filsafat Hindu :
5 Elemen Utama atau
Pancha Mahabhuta terdiri dari elemen Bumi (
Bhumi), Air (
Jala), Api (
Agni /
Tejas), Udara (
Marut /
Pavan), dan Ether (
Akasha).
Agama Hindu percaya bahwa Tuhan menggunakan Ether untuk menciptakan
keempat elemen lainnya, dan semua pengetahuan dan pengalaman manusia
tercetak dalam catatan
Akashic atau Etheris (
Akashic record).
Selain itu, juga ada kepercayaan spiritual bahwa tubuh manusia dibuat
dari kelima elemen utama ini dan tubuh manusia akan musnah ke dalam 5
elemen alam ini, sehingga keseimbangan siklus alam selalu terjaga, yaitu
keseimbangan yang digerakkan oleh Tuhan Pencipta alam semesta ini.
Selain kelima elemen itu, dikenal juga elemen
keenam yang disebut sebagai elemen
Kesadaran. Dengan demikian arti dari kelima elemen beserta elemen keenam ini adalah :
- Elemen Bumi : elemen pertama yang bersifat fisik
- Elemen Air : elemen kedua yang bersifat fisik
- Elemen Api : elemen ketiga yang bersifat fisik
- Elemen Udara : elemen keempat yang bersifat fisik
- Elemen Ether : elemen kelima yang bersifat kecerdasan
- Elemen Kesadaran : elemen keenam yang bersifat spiritual
Elemen Klasik Dalam Sistem Tujuh Chakra :
Dalam filsafat dari Sistem Tujuh Chakra, terdapat hubungan antara tujuh
chakra dengan lima elemen yang sama-sama digunakan oleh filsafat Hindu
dan Buddha, bersama dua elemen lainnya, yaitu :
- Sahasrara (Chakra Mahkota) : Pikiran / Angkasa
- Ajna (Chakra Mata Ketiga) : Cahaya / Kegelapan
- Vishuddhi (Chakra Tenggorokan) : Ether / Suara
- Anahata Chakra Hati) : Udara
- Manipura (Chakra Pusar) : Api
- Svadhisthana (Chakra Sex): Air
- Muladhara (Chakra Dasar): Bumi
Ayurveda :
Ayurveda diturunkan dari kitab suci Veda, dan dikembangkan
sejak 2000 tahun sebelum Masehi. Ayurveda dalam bentuk tertulis muncul
pertama kali pada abad pertama sebelum Masehi.
Ayurveda mempercayai bahwa 5 elemen, yaitu Ether, Udara, Api, Air, dan Bumi, yang membentuk alam semesta, juga ada pada tubuh manusia.
Tibet :
Bön :
Dalam
Bön atau filsafat kuno Tibet, lima proses dasar yaitu :
bumi, air, api, udara, dan angkasa menjadi proses utama dari semua atau
seluruh fenomena (
Skandha). Proses utama ini menjadi sumber dari kalender, astrologi, pengobatan, psikologi, dan dasar dari tradisi spiritual
Shaman,
Tantra, dan
Dzogchen.
Tenzin Wangyal Rinpoche menjelaskannya secara mendalam :
Sifat-sifat fisik ditentukan oleh elemen-elemen berikut :
- Elemen bumi adalah bentuk yang tetap
- Elemen Air adalah bentuk kohesi (perpaduan, gabungan)
- Elemen Api adalah temperatur
- Elemen Udara adalah gerakan
- Elemen Angkasa adalah dimensi ruang yang mengakomodasi keempat elemen aktif lainnya.
Sebagai tambahan, elemen-elemen ini mempunyai korelasi atau hubungan
dengan berbagai perbedaan emosi, temperamen, tujuan, warna, rasa, bentuk
tubuh, penyakit, gaya berpikir, dan karakter. Dari lima elemen ini
muncul lima indra dan lima bidang pengalaman sensual; lima emosi negatif
dan lima kebijaksanaan; lima perluasan dari tubuh. Mereka adalah lima
prana utama atau lima energi vital. Mereka merupakan unsur pokok dari
setiap fenomena fisik, emosi, mental, dan spiritual.
Nama dari elemen-elemen ini analog dengan kategori sensasi pengalaman
alami dari dunia. Nama-nama ini bersifat simbolik dan merupakan kunci
dari kualitas yang dimiliki mereka serta jenis-jenis aksi mereka. Dalam
Bön,
proses elemental atau proses dasar merupakan metafora fundamental untuk
bekerja dengan kekuatan energi rahasia yang eksternal dan internal.
Kelima proses elemental dalam bentuk esensi mereka yang murni terdapat
di dalam arus pikiran dan tercakup dalam
trikaya, serta merupakan aspek energi purba.
Trikaya :
Yang dimaksud dengan
trikaya adalah :
dharmakaya atau “Tuhan”;
sambhogakaya tau “kuil” dan
nirmanakaya atau “rumah”.
Herbert V. Günther mengartikannya sebagai berikut :
Diri kita merupakan sebuah intensitas energi (energi “Tuhan”) yang
membentuk ruangnya sendiri (“rumah”) dan muncul dalam berbagai
intensitas cahaya, berbagai frekuensi cahaya atau warna-warna yang
terjadi di dalam diri kita sendiri (“kuil”).
China :
Wu Xing :
‘Wu Xing‘ atau ’5 Elemen’ di China dikenal dengan
nama elemen Bumi, Air, Api, Logam, Kayu. Kelima elemen ini digunakan
untuk Feng shui, astrologi, pengobatan tradisional China, musik,
strategi militer, dan seni bela diri.
Walaupun sering diterjemahkan sebagai ‘elemen’, kata ‘
xing‘ sebenarnya berarti ‘
perubahan kondisi dari sesuatu‘. ‘
permutasi‘ atau ‘
metamorphosa dari sesuatu‘.
Ada perbedaan dengan apa yang dimaksudkan dengan pengertian dunia
Barat. Dunia Barat melihat ‘elemen’ sebagai bangunan blok dasar dari
materi. Dalam dunia China, sebaliknya, ‘elemen’ dilihat sebagai kekuatan
atau energi yang terus menerus berubah dan bergerak – yaitu ‘l
ima perubahan‘ yang merupakan arti lain dari
‘xing‘.
‘
Wu Xing‘ pertama-tama merupakan ungkapan kuno untuk menggambarkan sistem dengan 5 tingkatan; jadi terjemahan yang lebih tepat adalah
‘irama‘, ‘
gerakan‘, ‘
fase‘, atau ‘
langkah‘ dibandingkan dengan ‘
elemen‘.
Tao :
Dalam filsafat
Tao, terdapat sistem yang mirip
dengan 5 elemen, yaitu elemen Bumi, Air, Api, Logam, Kayu. Elemen Logam
merupakan padanan dari elemen Udara, dan elemen Kayu merupakan padanan
dari elemen Ether. Selain itu dikenal juga
‘Qi‘ atau ‘
Chi‘, yang merupakan sebuah bentuk ‘
energi‘ atau ‘
kekuatan‘. Dalam filsafat China, seluruh alam semesta terdiri dari surga dan bumi, di mana surga terbuat dari energi
‘Qi‘ dan bumi terbuat dari energi lima elemen.
Lima planet utama juga diasosiasikan dengan lima elemen ini, yaitu :
Venus adalah Logam, Jupiter adalah Kayu, Mercury adalah Air, Mars adalah
Api, dan Saturnus adalah Bumi. Sebagai tambahan, Bulan melambangkan
Yin, dan Matahari melambangkan
Yang.
I Ching :
Yin,
Yang, dan
lima elemen merupakan tema utama yang sering disebut dalam
I Ching,
kitab klasik China tertua yang menggambarkan sistem kuno dari kosmologi
dan filsafat. Lima Elemen juga memainkan bagian penting dalam astrologi
China dan ilmu
geomancy China yang dikenal sebagai
Feng Shui.
Dua Siklus :
Doktrin dari lima fase menggambarkan
dua siklus keseimbangan, yang siklus penciptaan, siklus penghancuran, dan interaksi di antara kedua fase.
Siklus Penciptaan :
- Kayu menghidupkan Api
- Api menciptakan Bumi (abu)
- Bumi menghasilkan Logam
- Logam mengumpulkan Air
- Air menumbuhkan Kayu
Siklus Penghancuran :
- Kayu memakan Bumi
- Bumi mengisap Air
- Air mematikan Api
- Api melelehkan Logam
- Logam membelah Kayu
Selain itu, juga ada
dua siklus ketidakseimbangan, yaitu siklus terlalu aktif (
cheng) dan siklus yang merugikan (
wu).
Jepang :
Tradisi Jepang mengenal satu set elemen klasik yang disebut sebagai ‘
go dai‘ yang artinya ‘
five great‘ yang dapat diartikan sebagai ‘
lima kekuatan‘ atau
‘lima energi alam‘.
Kelima energi alam ini adalah bumi, air, api, udara, dan kehampaan atau
surga. Kelima elemen ini bersumber dari keyakinan agama Buddha, dan
juga dominan dalam budaya Jepang, terutama pengaruh dari
Neo-Konfusius selama periode zaman
Edo.
- Elemen Kehampaan, yaitu elemen yang paling tinggi, melambangkan surga
- Elemen Udara melambangkan benda atau energi yang bergerak
- Elemen Api melambangkan benda atau energi yang dapat hancur
- Elemen Air melambangkan benda atau energi yang berbentuk cair
- Elemen Bumi melambangkan benda atau energi yang berbentuk padat
Arsitektur pagoda atau kuil Buddha di Jepang seringkali berbentuk 5 tingkat, yang menunjukkan 5 tingkatan energi ini.